Google Translate

Jam Operasional

Asyiknya Bermain Trampolin

Apakah anda setuju bahwa kita harus menjaga tubuh kita? Tubuh kita adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa, meskipun tidak ada yang tahu panjang umur kita, namun selayaknya kita menjaga karunia-Nya. Salah satu cara menjaga kesehatan kita adalah dengan berolahraga. Minimal kita berolahraga 2,5 jam dalam 1 minggu.

Bila anda bosan dengan olahraga biasa, ada satu jenis olahraga menarik yang dapat anda lakukan bersama anak-anak, yaitu bermain trampolin. Permainan trampolin tidak hanya menarik untuk anak-anak, namun baik juga untuk orang dewasa.

Konon trampolin ditemukan oleh seorang pemain sirkus bernama Du trampolin  yang menggunakan jaring trapeze untuk melambung ke udara. Pada tahun 1934, dua orang bernama George Nissen dan Larry Griswold membuat desain trampolin dan menjualnya ke seluruh dunia. Kata “trampolin” diambil dari bahasa Spanyol yang artinya papan loncat.


Manfaat dari bermain trampolin adalah:

  1. Merupakan jenis olahraga yang menyenangkan
  2. Memiliki gerakan melambung yang merupakan olahraga low impact. Artinya hanya memberikan stress kecil terhadap lutut sehingga memiliki resiko cedera yang rendah
  3. Melancarkan sirkulasi pembuluh darah serta aliran limfatik. Dengan lancarnya sirkulasi pembuluh darah akan membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh kita.
  4. Membantu proses detoksifikasi tubuh
  5. Menurunkan berat badan. Olahraga trampolin selama 10 menit sama dengan berlari pagi 30 menit. Bermain trampolin selama 30 menit juga membakar kalori sebanyak 200-300 kalori.
  6. Meningkatkan fungsi kognitif. Dengan berolahraga trampolin, akan meningkatkan hormon endorphin sehingga menurunkan stress. Fungsi kognitif pun menjadi lebih baik.

Bermain trampolin merupakan salah satu jenis olahraga yang menyehatkan selain untuk orang dewasa juga untuk anak-anak. Namun perlu diingat, bahwa permainan trampolin ini tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 6 tahun. American Acedemy of Pediatrics dan American Academy of Orthopedic Surgeons, menyarankan agar permainan trampolin digunakan untuk anak minimal berusia 6 tahun karena sering terjadi cedera. Pasalnya, anak berusia di bawah 6 tahun belum memiliki keseimbangan yang baik dan tulang yang belum cukup kuat.

Untuk ibu/bapak yang membawa anaknya bermain trampolin, awasi anak dengan baik, jangan sampai lepas dari pengawasan. Kemudian sebaiknya di sekeliling trampoline diberi jaring / net sehingga menjaga keamanan anak agar tidak jatuh keluar arena. Nasehati anak anda agar tidak berjungkir balik. Sebelum bermain trampolin, ada baiknya melakukan pemanasan terlebih dahulu. Kemudian bila sudah lelah, sebaiknya beristirahat dahulu, jangan memaksakan permainan bila tubuh sudah tidak kuat lagi, sehingga meminimalisir terjadinya cedera akibat tidak konsentrasi.

Bila bapak/ibu ingin mencoba bermain trampolin sambil membawa anak anda, bisa diajak ke Jendela Alam. Selain bisa belajar lebih jauh mengenai tanaman dan bermain dengan hewan, sekaligus dapat bermain trampolin juga. Ditunggu kedatangannya ya..