Google Translate

Jam Operasional

Budidaya Jambu Batu

Dari artikel yang pernah ditampilkan sebelumnya tentang 10 Khasiat Jambu Biji,  kita sudah mengetahui mengenai manfaat dari jambu biji/ jambu batu. Kali ini kita akan membahas tentang budidaya jambu biji / jambu batu.


Jambu batu berasal dari kawasan tropis di Amerika, tepatnya di antara Meksiko dan Peru. Karena itu, jambu batu dapat dibudidayakan di Indonesia karena Indonesia adalah Negara tropis. Tanaman ini dapat tumbuh di tanah gembur yang memiliki air yang cukup. Bila curah hujan kurang, dapat disiasati dengan system irigasi atau pengairan yang baik.

Jambu batu dapat dibudidayakan dengan biji, tunas akar, okulasi, ataupun dengan cangkok. Bila mengembangbiakkan jambu batu dengan biji, ada resiko buah tidak sama dengan induk, sedangkan pengembangbiakan dengan cangkok, okulasi, dan tunas akar dapat menjamin kualitas yang sama dengan induk.

Berikut akan kami bahas cara membudidayakan jambu batu :

  1. Biji
    1. Pertama-tama, keluarkan biji dari buah.
    2. Biji dibersihkan dan diangin-anginkan selama kurang dari 24 jam dan jangan sampai dijemur di terik matahari.
    3. Biji siap ditanam di persemaian.
    4. Biji disiram sehari 2x selama satu minggu, dan akan tumbuh setelah 20-30 hari.
    5. Setelah mencapai 5cm, lakukan seleksi.
    6. Setelah tinggi tanaman mencapai 30-40 cm, dapat dipindahkan ke pot.
    7. Setelah 1-2 bulan, dapat dipindahkan ke tanah.
  2. Tunas akar
    1. Pilihlah akar dengan ukuran kira-kira sebesar kelingking.
    2. Potong akar dengan teknik pemotongan akar.
    3. Jika telah mencapai ketinggian 30cm, pindahkan tunas beserta sebagian akar ke pot.
    4. Jangan lupa untuk mengikutsertakan akar serabut.
  3. Okulasi
    1. Sebagai pohon pokok, digunakan semai yang  berusia 15-18 bulan, dan pohon induk yang berkualitas dengan usia kurang lebih 12 bulan untuk diambil cabangnya.
    2. Sayat kulit dari batang pokok, kemudian dibuka kulitnya, potong sebagian kulitnya, sayat mata, dilepas dari kayu.
    3. Masukkan mata di antara kulit dan kayu batang pokok, kemudian diikat.
    4. Setelah 2 minggu, buka tali okulasi. Jika mata hijau segar, okulasi berjalan sukses. Jika mata coklat kehitaman dan kering, berarti proses okulasi tidak berhasil.

      4. Cangkok

Proses cangkok ini merupakan yang paling banyak dipilih karena selain menghasilkan buah yang sama kualitas dengan induknya, caranya juga paling efektif.

  1. Pilihlah cabang yang ukurannya sebesar pensil
  2. Kupas kulitnya selebar 2X diameter cabang, kemudian keruk lendir.
  3. Diamkan selama 1 hari.
  4. Tutup dengan humus atau tanah basah yang dicampur pupuk.
  5. Balut dengan plastik dan ikat dengan erat.
  6. Buat lubang lubang pada kantung plastic agar udara dapat keluar masuk.
  7. Setelah tumbuh akar, cangkokan dipotong.
  8. Letakan cangkokan di tempat yang teduh, siram 1 hari sekali.
  9. Setelah 2-3 bulan, cangkokan siap ditanam.

 

Bagaimana , apakah anda tertarik untuk membudidayakan jambu batu/ jambu biji? Selain cara penanamannya cukup mudah, buahnya memiliki banyak manfaat.