Google Translate

Jam Operasional

Tahun ini Indonesia memeringati Hari Kemerdekaan yang ke 72. Yuk rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia di Pesta Merah Putih Jendela Alam pada tanggal 17 dan 19 Agustus 2017.  Akan ada Parade Hewan ala Jendela Alam dan Aneka Lomba khas Jendela Alam. Spesial tanggal 19 Agustus 2017 Parade Hewan ala Jendela Alam, #SahabatAlam dapat berinteraksi langsung dengan hewan-hewan yang ada di Jendela Alam loh!  Seru bukan? Yuk meriahkan akhir pekan Hari Kemerdekaan kalian di @jendelaalambandung.

Cabai-Cabai Terpedas di Dunia

Pedas sebenarnya bukan merupakan rasa yang dapat dirasakan oleh lidah seperti rasa manis, asin, asam, dan pahit. Sebenarnya pedas merupakan sensasi yang muncul akibat zat kimia bernama capsaicin.

Zat yang terkandung pada tumbuh-tumbuhan inilah penyebab rasa pedas. .Jika rasa lain memiliki reseptor sendiri dari saraf manusia untuk merasakannya, capsaicin penyebab sensasi pedas diterima di papilla lidah oleh reseptor saraf sensorik khusus panas tinggi.

Inilah yang menyebabkan sensasi pedas itu muncul. Reseptor saraf ini menyampaikan isyarat ke otak hampir sama seperti isyarat kulit yang terkena panas, sehingga otak mengirimkan respon seperti kepanasan saat sensasi pedas ini terasa.


Rasa pedas dapat diukur dengan satuan tingkat kepedasan cabai (Scoville Heat Units atau SHU), diambil dari nama orang yang mengembangkan teknik pengukuran pedas (Wilbur Scoville, 2012).

Cara pengukurannya adalah dengan menghancurkan cabai dan mencampurnya dengan cairan gula, dan mencicipkannya kepada beberapa orang. Sedikit demi sedikit, larutan tadi diencerkan, sampai para pencicip tidak lagi merasakan pedas. Semakin banyak air yang digunakan untuk melakukan pengenceran, semakin tinggi SHU nya. Jenis cabai yang tdk pedas sama sekali SHU nya bernilai 0. Sedangkan capsaicin murni bernilai 16.000.000 SHU.


Berikut ini beberapa cabai terpedas di dunia :

Carolina Reaper

Cabai ini memiliki tingkat kepedasan 1,569,300 - 2,200,000 SHU

 

Carolina Reaper, sekarang terkenal dikenal sebagai cabai terpedas di dunia, memiliki tingkat kepedasan rata-rata 1.569.300 SHU pada Skala Scoville dan bahkan bisa sampai lebih dari 2.200.000 SHU . Dengan kata lain, cabai ini  100 kali lebih pedas dari Jalapeno. The Carolina Reaper  yang merupakan cabai hibrida antara bhut jolokia dan habanero merah, berasal dari Rock Hill, Carolina Selatan, dan terpisah dari spesies chinense Capsicum.

The Carolina Reaper dianggap sebagai cabai terpedas di dunia sejak 7 Agustus 2013 oleh Guinness World Records , melebihi pemegang rekor sebelumnya ; Trinidad Moruga Scorpion .


Trinidad Moruga Scorpion

Cabai ini memiliki tingkat kepedasan 1.200.000 – 2.009.231 SHU

 

Cabai ini berasal dari kawasan Moruga di Trinidad dan Tobago. Cabai ini pernah menjadi cabai terpedas, sebelum digantikan oleh Carolina Reaper. Cabai ini berwarna merah dengan bentuk agak bulat dan memiliki rasa kombinasi antara manis dan pedas. Jika dimakan awalnya tidak langsung terasa pedas sekali, namun rasa pedas dan panasnya terus meningkat dan meningkat. Tanamannya dapat tumbuh dengan baik di sebagian besar belahan dunia.

 

Bhut jolokia / cabai setan

Cabai ini memiliki tingkat kepedasan 1.001.304 SHU

 

Cabai ini adalah salah-satu cabai terpedas di dunia. Berasal dari timur laut India (Assam, Nagaland dan Manipur) dan Bangladesh. Dalam bahasa Assam dan Bengali, cabai ini disebut bhūt jolokia, artinya "cabai setan", atau nāgā marica artinya "cabai naga".

Pada tahun 2006 diumumkan oleh Guinness World Records sebagai cabai terpedas di dunia, Hanya saja posisinya kemudian digantikan oleh Trinidad Moruga Scorpion dan selanjutnya Carolina Reaper. Bentuk cabai ini gemuk kecil dan keriput. Penduduk Assam percaya bahwa banyak makan cabai Bhut Jolokia dapat membantu mengurangi penyakit rematik, kanker, rematik, osteoporosis, menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

Dalam pengobatan tradisional, cabai setan digunakan untuk penyakit tangan dan kaki dingin, sakit otot punggung, rematik, terkilir dan memar.

 

 Habanero /cabai gendol

Cabai ini memiliki tingkat kepedasan 100.000-350.000 SHU untuk orange habanero dan 350.000-575 SHU untuk red savina habanero.

 

Cabai ini dikenal juga dengan sebutan Cabai gendol atau cabai gendot di Indonesia (Capsicum chinense). Cabai ini berasal dari semenanjung Yucatan. Cabai ini pedasnya melebihi pedas cabai rawit. Dinamakan cabai gendol karena bentuk cabai ini yang bengkak atau mengembung. Untuk penanaman di Pulau Jawa sendiri persebaran cabai ini sebatas perkebunan di sekitar Bandung dan di sekitar Dieng,Jawa Tengah.Penghasil cabai gendol yang terbesar di dunia adalah Meksiko, yang tumbuh di Yucatan, Campeche, dan Quintana Roo, meskipun ada perkebunan komersial di BelizeKosta RikaTexas dan California.

 

Serrano pepper

Cabai ini memiliki tingkat kepedasan 10.000 – 25.000 SHU


Serrano pepper berasal dari negara bagian Meksiko, Puebla dan Hidalgo. Cabai ini memiliki aneka warna, antara lain hijau, merah, cokelat, jingga, dan kuning. Serrano pepper sering dikonsumsi dalam bentuk mentah maupun dimatangkan dan sering diolah menjadi hidangan meksiko seperti pico de gallo dan salsa. Jenis cabai lain yang memiliki level pedas yang sama adalah peter pepper dan aleppo pepper.

Peter Pepper

Cabai ini memiliki tingkat kepedasan 10.000 - 23.000 SHU

 

Peter Pepper atau  Capsicum annuum var. annuum, merupakan cabai unik yang terkenal karena bentuk yang tidak biasa. Pertama kali dipopulerkan di Amerika Serikat, banyak tumbuh di Texas bagian timur dan Louisiana. Warnanya merah, dan bentuknya sering dianalogikan seperti organ laki-laki. Panjangnya 3-4 inchi dan lebar 1-1.5 inchi ketika matang. Cabai ini lebih sebagai ornamen daripada untuk dikonsumsi.

 

Marbles Five Color Peppers

Cabai ini memiliki tingkat kepedasan  5.000 – 30.000 SHU

 

Marbles Five Color Pepper adalah dari kelompok taksonomi Capsicum annuum , bentuknya bulat dengan diameter  ½ inci. Cabai ini berwarna dari hijau ke cream atau putih , kemudian kuning , oranye , ungu , dan menjadi merah ketika matang . Marbles Hot pepper ini disukai karena keindahannya, sehingga juga digunakan sebagai tanaman hias.  Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan atau Meksiko .

Purple Flash Pepper

Cabai ini memiliki tingkat kepedasan 5.000 – 30.000 SHU

 

Berasal dari Amerika Serikat . Tanaman ini tumbuh lebat dan daunnya berwarna ungu gelap. Bunganya berwarna ungu gelap , buahnya kecil dan bulat berwarna dari ungu ke merah . Tanaman  ini memiliki toleransi yang baik terhadap suhu yang tinggi, kelembaban dan kekeringan . Pemenang " Mississippi Medalions " tahun 2010 itu mungkin salah satu varietas cabai hias yang paling indah .

 

Santa Fe Grande

Cabai ini memiliki tingkat kepedasan 0 - 999 SHU

 

Cabai Santa Fe Grande juga dikenal sebagai " Yellow hot chili pepper " dan " Guero chili pepper" , adalah jenis cabai yang produktif digunakan di barat daya Amerika Serikat . Cabai ini berbentuk kerucut dengan bagian ujungnya tumpul, panjangnya  sekitar 2 inchi ( 5,1 cm ) .  Cabai ini matang dari warna kuning pucat ke oranye terang atau merah menyala. Cabai Santa Fe Grande memiliki rasa sedikit manis dan memiliki tingkat kepedasan yang cukup ringan.

Kini beberapa jenis dari cabai-cabai terpedas ini telah ada di Jendela Alam, dan bahkan dapat dipanen juga.  Ayo kesana untuk melihat cabai cabai tsb.


*Dikutip dari berbagai sumber