Google Translate

Jam Operasional

Edible Flower, Bunga yang bisa dikonsumsi

Edible flower adalah istilah untuk jenis tanaman bunga yang aman untuk dikonsumsi. Tekstur, rasa, dan aromanya yang unik menjadikan bunga kini makin populer sebagai bahan kreatif dan inovatif dalam dunia kuliner. Edible flowers sendiri sangat populer di era Victoria selama pemerintahan Ratu Victoria.

Bunga telah lama digunakan sebagai bahan campuran dalam teh dan sebagian lainnya dikeringkan untuk ramuan obat tradisional.Di luar negeri, menambahkan bunga dalam salad, ice cream, dan minuman sudah bukan hal baru lagi. Satu hal yang sangat penting diketahui adalah tidak semua bunga bisa dimakan. Nah, berikut daftar bunga yang relatif aman untuk dikonsumsi:


1.    Calendula (Marigold)
Calendula (Calendula officinalis)  atau biasa juga disebut bunga marigold adalah salah satu jenis bunga yang banyak digunakan dalam campuran salad.

Rasanya sedikit pedas, tajam, dan juga agak pahit. Tepal bunganya yang berwarna kuning hingga oranye keemasan mampu menambah kesan segar pada hidangan. Biasanya ditaburkan pada sup, pasta, salad, bahkan nasi.

2.    Carnation (Dianthus)
Carnation atau di Indonesia lebih dikenal dengan julukan bunga anyelir (Dianthus caryophyllus) biasanya dijadikan sebagai hiasan kue dan bahan pembuatan wine dan permen. 

Aromanya harum dan manis mirip biji pala atau cengkeh. Bunga anyelir sendiri adalah salah satu bahan rahasia dalam pembuatan Chartreuse (minuman khas Prancis) sejak abad ke-17.

3.    Krisan (Chrysanthemum)
Tanaman yang populer dijadikan sebagai bunga potong ini ternyata tergolong salah satu tanaman yang bisa dimakan juga . Krisan (Chrysanthemum coronarium) memiliki bunga berwarna merah, putih, ungu, kuning, hingga oranye.

Rasanya ada yang mirip kembang kol hingga sedikit pahit. Banyak digunakan dalam kentang tumis oriental dan bahan salad.


4.    Kembang Zucchini
Zucchini atau timun jepang menghasilkan bunga yang berwarna kuning terang yang menghasilkan rasa lembut dan sedikit manis.

Biasanya ditambahkan dalam masakan berbahan keju dan pizza.

5. Nasturtium
Nasturtiums (Tropaeolum majus) termasuk dalam salah satu daftar bunga yang paling umum dikonsumsi. Bunganya memiliki rasa manis dan pedas mirip selada air.

Banyak dijadikan sebagai hiasang piring, tambahan salad, sandwich dan makanan pembuka lainnya.

6. Pansy
Pansy (Viola X wittrockiana) menghasilkan sensasi dingin (mint) dan sedikit grassy. Pansy biasanya digunakan sebagai hiasan, tambahan salad buah, sup, dan makanan pencuci mulut.

Selain itu, pansy juga sempurna ditambahkan dalam koktail.

7. Mawar
Meskipun mawar (Rosa gallica officinalis) memiliki aroma bunga yang kuat, namun ketika dikonsumsi rasanya akan terasa lembut dan fruity mengingatkan pada rasa stroberi dan apel hijau. Mawar sangat cocok ditambahkan pada semua jenis masakan seperti sup, salad, selai, hingga seduhan dalam teh.

Semua jenis mawar bisa dimakan, semakin berwarna gelap maka rasanya juga lebih terasa. Kelopak yang kecil bisa dijadikan penghias ice cream sedangkan yang berukuran besar bisa ditaburi pada salad dan makanan penutup.
Catatan: Pastikan untuk tidak menyertakan bagian putih pucat dari kelopak bunganya.

8. Bunga Matahari
Sunflower (Helianthus annus) termasuk jenis bunga yang bisa dikonsumsi ketika mencapai tahap tunas (rasanya mirip dengan artichoke). Begitu bunga terbuka, kelopak bunga bisa dimakan layaknya bunga krisan. Kuncup bunga yang belum dibuka juga bisa dikukus seperti artichoke.

Bahkan kecambah muda dari bunga matahari atau dikenal dengan istilah microgreens kini semakin populer dijadikan sebagai makanan gurih nan lezat.

9. Lavender
Bunga cantik dan beraroma harum yang satu ini juga banyak dijadikan sebagai hiasan makanan. Lavender (Lavandula angustifolia) juga dijadikan bahan ice cream dan minuman segar lainnya seperti koktail.

Rasanya manis dengan sentuhan jeruk nipis dan lemon.

10. Daylily
Bunga lily memiliki aroma yang sedikit manis mirip selada manis atau melon sementara rasanya perpaduan antara rasa asparagus dan zucchini. Sangat cantik disajikan sebagai penghias piring dan juga salad.

Catatan: Beberapa jenis lily mengandung alkaloid yang berfungsi sebagai obat pencahar namun TIDAK dianjurkan untuk mengonsumsinya secara berlebihan.

11. Viola
Viola (spesies viola) termasuk diantaranya pansy dan johnny jump up, hadir dalam berbagai warna pastel yang indah. Rasanya manis dan khas “floral taste” menjadikannya pendamping yang sempurna untuk segala jenis makanan, mulai dari salad hingga minuman es.

Tampilannya pun sangat cantik ketika dihidangkan bersama dengan makanan ‘beku’ dan makanan penutup lainnya.


Bermacam-macam bunga edible flower ini sekarang banyak digunakan juga untuk puding, cake, dll. Selain sebagai hiasan yang cantik , juga sekaligus dapat dikonsumsi. Dalam mengkonsumsi edible flower jangan lupa memperhatikan hal-hal sebagai berikut :


•    Pastikan untuk menghindari penggunaan bunga yang telah disemprot dengan pestisida atau bahan kimia lainnya.

•    Saat memasak atau menyajikannya, bersihkan terlebih dahulu dengan mencucinya dengan lembut di dalam wadah besar berisi air dingin. Olah segera atau simpan di lemari es hingga satu minggu dalam wadah kedap udara yang dilapisi dengan handuk lembab.
•    Jangan menggunakan bunga yang tumbuh liar di pinggir jalan
•    Kenali edible flowers dan konsumsilah hanya bagian yang bisa diperbolehkan
•    Selalu ingat untuk memanfaatkan bunga secukupnya karena komplikasi pencernaan bisa terjadi ketika dikonsumsi secara berlebihan


Sumber : dirangkum dari berbagai artikel