Google Translate

Jam Operasional


Manfaat Memperkenalkan Anak Pada Alam

Anak-anak dan keluarga jaman sekarang, seringkali sangat jarang mempunyai kesempatan untuk beraktivitas di alam terbuka. Richard Louv menyebut fenomena ini “nature deficit disorder” dalam bukunya The Last Child in the Woods. Louv menyebutkan bahwa kehidupan keluarga modern sekarang telah berubah dalam 20 tahun terakhir ini.

Anak-anak menghabiskan lebih banyak waktunya untuk menonton televisi dan bermain video games di komputer atau handphone daripada beraktivitas fisik di luar.

Keluarga banyak mengkonsumsi makanan yang cepat saji dan tinggi kalori. Kesibukan meyebabkan kegiatan makan bersama keluarga di meja makan menjadi hal langka. Hal-hal ini menyebabkan epidemis obesitas pada anak-anak, yang meningkatkan masalah kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, sleep apnea, masalah sosial dan psikologi.

Berdasarkan data United Nation Children’s Fund (UNICEF) dalam World Children Report tahun 2012, Indonesia menempati uturan pertama dengan tingkat obesitas pada anak tertinggi di wilayah ASEAN, yakni 12,2 %. Presentase tersebut jauh lebih tinggi dibanding negara di Asia Tenggara lainnya, seperti Thailand (8 %), Malaysia (6 %), Vietnam (4,6 %), dan FIlipina (3,3 %).

Penelitian menyebutkan bahwa ketika anak-anak berhubungan secara rutin dengan alam, mereka mengalami dampak positifnya, dalam hal sosial, psikologi, akademik, dan kesehatan fisik.

Manfaat anak-anak bermain di alam bebas:

  1. Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak dalam segala segi –intelektual, emosional, social, spiritual dan fisik
  2. Meningkatkan imajinasi, kreativitas, dan kemampuan problem solving
  3. Meningkatkan kemampuan anak untuk fokus dan meningkatkan kemampuan kognitif
  4. Meningkatkan kemampuan akademik. Penelitian di Amerika menyebutkan bahwa sekolah yang menggunakan kelas di alam dan pengalaman edukasi menggunakan alam meningkatkan kemampuan anak dalam pendidikan sosial, sains, bahasa, seni, dan matematika. Anak-anak yang mengikuti program outdoor sains mengalami kenaikan nilai sains mereka 27%. (Amerika Institutes for Research, 2005)
  5. Meningkatkan kesehatan mental. Kegiatan outdoor sangat bermanfaat bagi kesehatan mental. Pernyataan itu disampaikan oleh dr. Garrett Burris, seorang ahli saraf pediatrik di Australia. Garett meminta para orang tua untuk lebih sering mengajak anak melakukan kegiatan outdoor, khususnya bila mereka mempunyai anak dengan ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder. ADHD adalah gangguan pada otak yang membuat anak jadi impulsif, susah berkonsentrasi dan hiperaktif. Melalui kegiatan outdoor yang menyenangkan, anak dengan ADHD bisa belajar untuk mengontrol emosi dan konsentrasi mereka.
  6. Meningkatkan nutrisi. Menurut penelitian anak-anak yang menumbuhkan tanaman sendiri akan lebih mau untuk makan sayur dan buah-buahannya dan menunjukkan pengetahuan yang  lebih tinggi akan nutrisi. Makan sehat dari dini akan membuat mereka terbiasa untuk hidup sehat sepanjang hidup mereka.
  7. Memiliki mata yang sehat. Menurut penelitian dari (American Academy of Ophthalmology, 2011), melihat pemandangan hijau akan membantu anak-anak dan remaja untuk mengurangi resiko rabun jauh atau myopia. Delapan penelitian yang telah dilakukan para ilmuwan dari Universitas Cambridge juga menyebutkan bahwa paparan cahaya alami dan kesempatan melihat obyek yang jauh menjadi kunci penurunan risiko rabun jauh pada anak.
  8. Meningkatkan kemampuan bersosialisasi. Anak-anak yang mempunyai kesempatan lebih sering bermain di ruang terbuka biasanya lebih sehat, cerdas, bahagia.
  9. Mengurangi stress
  10. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Faktanya, anak yang hidup di daerah hijau seperti pedesaan memiliki sistem kekebalan tubuh lebih tinggi daripada anak yang tinggal di perkotaan. Berdasarkan hasil penelitiannya, dr. Thom McDade, PhD, profesor dan direktur Laboratory for Human Biology Research at Northwestern University, menyimpulkan bahwa anak-anak yang jarang terpapar parasit, bakteri dan virus, cenderung menderita alergi, asma dan penyakit autoimun lainnya saat dewasa. Maka, anak-anak perlu diberi kesempatan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan, sehingga bisa melatih sistem kekebalan tubuh mereka.

 

Jendela Alam sebagai tempat wahana belajar dan bermain memiliki berbagai sarana dan kegiatan untuk mengenalkan anak pada alam, antara lain : kegiatan pertanian seperti bercocok tanam, pembibitan, perkebunan dan kegiatan peternakan, yaitu melihat kegiatan memerah susu sapi, menunggang kuda poni, memberi makan hewan. Selain itu juga terdapat berbagai permainan yang berkaitan dengan alam dan kegiatan outbound.

Ayo kunjungi Jendela Alam dan kenalkan alam pada anak-anak.


Sumber :

www.naturalearning.org - Benefit of Connecting Children with Nature

www.combiphar.com - Ingin Liburan Sehat? Yuk Ajak Anak Mengenal Alam!