Google Translate

Jam Operasional


Masker Pencegah Virus

Saat ini kebutuhan akan masker penutup mulut dan hidung  menjadi  tinggi  sejalan dengan merebaknya virus Corona di berbagai negara. Di Indonesia  sendiri hingga kini memang belum ada kasus  virus Corona yang terkonfirmasi.  Meski begitu, sebagian orang memilih mengantisipasinya dengan mulai mengenakan masker.

Akhir-akhir ini orang memburu masker jenis N95. Hal ini mengakibatkan masker jenis ini menjadi sangat mahal harganya karena permintaan yang besar dan permainan spekulan. Bahkan ketersediaannya pun dikabarkan habis.  Masker ini diburu karena diklaim memiliki daya saring partikel yang jauh lebih baik dibandingkan masker lainnya.


Berikut ini adalah fakta-fakta tentang masker jenis N95,  seperti yang dikutip dari situs Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) (17/9/2015) :


1. Melindungi hingga 95-100 persen partikel udara yang menyebabkan penyakit
Masker N95 digunakan sebagai salah satu bagian dari strategi pengendalian infeksi. Jika digunakan dengan benar, masker ini dapat membantu memblok partikel udara hingga 0,3 mikron yang mungkin mengandung kuman (virus dan bakteri), dan menjaga mulut dan hidung. Masker juga dapat membantu mengurangi paparan air liur dari sekresi pernapasan orang lain.


2. Digunakan hanya sekali
Masker N95 hanya bisa digunakan sekali dan dalam rentang waktu tertentu masker harus diganti . Jika masker Anda rusak atau kotor, maka pemakainya akan kesulitan bernapas. Sebelum menggunakannya, pastikan cuci tangan terlebih dahulu baru memegang masker.


3. Bukan untuk anak-anak
N95 respirator tidak dirancang untuk anak-anak atau orang-orang yang memiliki banyak bulu di wajah.

4. Tidak direkomendasikan untuk penggunaan sehari-hari

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) umumnya tidak merekomendasikan penggunaan masker ini untuk sehari-hari. Masker ini cocok untuk orang menderita penyakit pernapasan. Silakan berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut tentang kapan harus menggunakan N95 Respirator di lingkungan rumah.


5. Digunakan dalam industri
Kebanyakan respirator N95 digunakan untuk melindungi  Pekerja  karena efektivitasnya telah diuji oleh Personal Protective Laboratorium Teknologi Nasional (NPPTL) di NIOSH, di bawah Pusat Pengendalian dan Pencegahan (CDC) Penyakit.

*Betulkah masker N95 adalah satu-satunya masker yang ampuh mencegah virus ?

Dokter Spesialis Paru, Diah Handayani mengatakan via CNN bahwa masker N95 justru hanya perlu dipakai oleh petugas medis. Karena biasanya petugas kesehatan bakal melakukan kontak langsung dan intens dengan pasien. Sehingga perlu masker yang lebih aman dalam menyaring virus.


Pemakaian N95 pada orang kebanyakan salah-salah dan justru mengakibatkan kesulitan bernapas.
"Kalau kita berada di negara yang kasusnya banyak, atau di lingkungan high populated, jadi crowded,  boleh saja menggunakan N95," tutur Diah.
"Cuma begini, prinsip penggunaan masker sebenarnya baik itu masker biasa maupun masker N95 itu kan kepatuhan dan mampu menggunakan dengan baik. Karena N95 itu kan pengap sekali lho, [bisa jadi] justru tidak efektif kalau kita salah guna," lanjut dia lagi.


Diah lantas menjelaskan baik masker bedah ataupun N95, keduanya harus digunakan secara tepat. Menurutnya, ada tata cara penggunaan masker yang selama ini acap diabaikan.

Adapun teknik penggunaan masker dengan benar adalah sebagai berikut :
1. Siapkan masker dan pasang tepat di bagian muka.


2. Pastikan masker menutupi hidung dan mulut. Jika menggunakan masker bedah, sisi luar adalah yang berwarna hijau atau biru. Sedangkan sisi dalam adalah bagian yang berwarna lebih putih.
Masker ini sudah dilengkapi dengan tiga lapisan.


3. Pasang tali masker, didahului dengan bagian atas lantas diikuti bagian bawah.


4. Lakukan fiksasi dengan memastikan bagian yang keras menempel pada hidung dan kawat bisa ditekuk untuk menyesuaikan bentuk hidung .  Yakinkan masker yang Anda pakai betul-betul rapat dan tak menyisakan lubang.



5. Jangan mencopot-pakai masker. Ingat kepatuhan pemakaian.


Saat membuka pun, Anda harus menyentuh tali masker. Jangan sampai menyentuh bagian depan masker karena di situlah letak kuman, virus atau juga bakteri berada. Usai dilepas pun masker harus langsung dibuang.

*Dikutip dari berbagai sumber ( CNN&  Liputan 6 dan sumber lainnya)